Kalau Berbahasa

      No Comments on Kalau Berbahasa

Zurina Arshad

Berkejaran angsa tepian angsana,

Mari berkawan si itik serati;

Kalau berbahasa biarlah bermakna,

Barulah sampai azimat di hati.

Hidangan desa mari dijamah,

Duduk di sanggar menampi padi;

Kalau berbahasa biarlah berhemah,

Barulah terpancar insan berbudi.

Tanam markisah di hujung dusun,

Daun cemperai ditiup pawana;

Kalau berbahasa biarlah tersusun,

Jangan sampai merosak wacana.

Darilah gangsa menjadi cembul,

Dihias indah permata utara;

Kalau berbahasa pastikan betul,

Barulah terserlah tutur bicara.

Mari rasa ulam mesirah,

Kelat sekali si buah pinang;

Kalau berbahasa penuh hidayah,

Hati yang resah menjadi tenang.

Cincin suasa di dalam peti,

Hadiah mempelai buat perawan;

Kalau berbahasa berhati-hati,

Jangan sampai menyinggung perasaan.

Subur kelisa keliling perigi,

Di tengah laman banyak cempedak;

Kalau berbahasa jangan meninggi,

Takut-takut menjadi riak.

Anak rusa di tanah pamah,

Burung tempua hinggap di titi;

Kalau berbahasa penuh berhikmah,

Satu dunia bertaut hati.

___

Puisi ini dipetik daripada Pelita Bahasa, Oktober 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *